1. Labuan Cermin, Kalimantan Timur
Jauh di pedalaman Kalimantan Timur
sana, terbentanglah Danau Labuan Cermin. Danau bening ini
istimewa karena memiliki diisi oleh 2 organisme dari dunia yang berbeda. Danau
ini memiliki aliran air asin yang hanya ada di bagian bawah danaudantawardipermukannya.
Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar seperti danau pada umumnya. Namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan serupa awan. Ikan air tawar hidup di permukaan, sedangkan ikan air laut bisa ditemukan di dasar danau. Danau mungil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Tak mengherankan jika danau ini diberi nama Labuan Cermin, airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orangyangtakbisaberenang.
2. Maninjau, Sumatra Barat
Bagian atas Danau Labuan Cermin berisi air tawar seperti danau pada umumnya. Namun beberapa meter di bawahnya terdapat aliran air asin. Anehnya, kedua jenis air ini tidak tercampur. Secara kasat mata dapat dilihat bahwa air laut dan air tawar dipisahkan oleh lapisan serupa awan. Ikan air tawar hidup di permukaan, sedangkan ikan air laut bisa ditemukan di dasar danau. Danau mungil ini dikelilingi hutan dan ada tebing menjulang tinggi di salah satu sisinya. Tak mengherankan jika danau ini diberi nama Labuan Cermin, airnya jernih sekali sampai orang bisa bercermin di atasnya. Arus di beberapa tempat cukup kuat dan mudah menyeret orangyangtakbisaberenang.
2. Maninjau, Sumatra Barat
Danau Maninjau adalah sebuah
danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat,
Indonesia. Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian
461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan
memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan
gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat
dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah DatardanKabupatenSolok.
3. Toba, Sumatra Utara
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah DatardanKabupatenSolok.
3. Toba, Sumatra Utara
Danau Toba adalah sebuah
danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang
terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau
terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah
pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Diperkirakan
Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73 ribu-75 ribu tahun lalu dan merupakan
letusan super volcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan
Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa
bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800
km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin
ke barat selama dua minggu.
menikmati
keindahan matahari terbit dan terbenam bisa Anda nikmati dari pesisir danau.
Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang
dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi
barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan
dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan
laut untuk menikmati senja di Danau Toba.
4.
Batur, Bali
Danau
Batur yang berbentuk sabit yang dikelilingi tembok tinggi pinggiran kawah.
Ukuran kecuraman kawah akan membuat Anda membayangkan letusan dahsyat dari
Gunung Batur yang terjadi sepuluh ribu tahun yang lalu.
Suasana
terbaik adalah ketika menikmati hidangan santap siang sambil menikmati
keindahan danau dan gunung ini yang menyemburkan asap bersahabat. ditambah lagi
dengan udara pegunungan yang sejuk disertai pemandangan ke seluruh arah, sama
indahnya dengan keberadaan beberapa candi penting, yang telah membuat Kintamani
menjadi salah satu tempat yang tidak terlupakan dalam agenda wisatawan Bali.
5.
Kelimutu, Nusa Tenggara Timur
Danau ini dikenal
dengan tiga warna, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna
tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu. Sekarang saja,
dua warna dari ketiga danau itu adalah coklat, sedangkan yang lain adalah
hijau. Kelimutu merupakan gabungan kata dari Keli yang berarti gunung dan kata
Mutu yang berarti mendidih. Menurut kepercayaan penduduk setempat, warna-warna
pada danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang
sangat dahsyat.
Pagi
hari adalah waktu yang terbaik untuk menyaksikan keindahan danau Kelimutu.
Sedangkan menjelang tengah hari, apalagi sore hari, biasanya pemandangan danau
Kelimutu akan terhalang oleh kabut yang tebal.
6.
Sentani, Papua
Danau Sentani
di Papua terletak antara 20.33 hingga 2041 LS dan 1400.23 sampai 1400 38 BT.
Berada 70 – 90 m diatas permukaan laut. Terletak juga diantara pegunungan
Cyclops. Merupakan danau Vulkanik. Sumber airnya berasal dari 14 sungai besar
dan kecil dengan satu muara sungai, Jaifuri Puay. Diwilayah barat, Doyo lama
dan Boroway, kedalaman danau sangat curam. Sedangkan sebelah timur dan tengah,
landai dan dangkal, Puay dan Simporo. Disini juga terdapat hutan rawa di daerah
Simporo dan Yoka. Dalam beberapa catatan disebutkan, dasar perairannya
berisikan substrat lumpur berpasir (humus). Pada per-airan yang dangkal,
ditumbuhi tanaman pandan dan sagu. Luasnya sekitar 9.360 Ha dengan kedalaman
rata rata 24,5 meter. Disekitaran danau ini terdapat 24 kampung. Tersebar
dipesisir dan pulau-pulau kecil yang ada ditengah danau.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar